hut_cmi_2025

Produksi Beras Masih Sesuai Target, DPKP KBB: Panen Tahun ini Mengalami Surplus

Kampung Nelayan
Wamensos Agus Jabo Priyono menyerahkan bansos secara simbolis pembangunan Kampung Nelayan Sejahtera dan bantuan kearifan lokal untuk 93 KK nelayan di Desa Eretan Kulon,

BANDUNG BARAT, SimakNews.id – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan produksi padi dan beras di tahun ini masih sesuai dengan target. Bahkan melebihi kebutuhan konsumsi di masyarakat.

Alhasil, Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali berhasil mewujudkan swasembada beras di tahun ini.

Berdasarkan data DPKP KBB, perkiraan produksi sampai dengan Desember 2024 mencapai sebanyak 292.585 ton GKG (gabah kering giling). Konversi padi GKG ke beras sekitar 64,11%

Sehingga perkiraan produksi beras sampai dengan Bulan Desember 2024 sebanyak 187.576 ton. Sementara untuk konsumsi beras per kapita per tahun sebesar 82,3 kg.

“Berdasarkan perhitungan dinas kami, untuk hasil panen padi tahun ini mengalami surplus,” kata Kepala DPKP KBB, Lukmanul Hakim, Kamis (5/12/2024).

Lukman menjelaskan, dengan proyeksi jumlah penduduk di KBB sebanyak 1.884.191 maka proyeksi konsumsi beras rumah tangga sebanyak 155.048 ton beras per tahunnya.

“Mengacu kepada data produksi dan konsumen tersebut, maka produksi beras di KBB masih surplus 32.528 ton beras,” sebut Lukman.

Menurutnya capaian itu ada peningkatan karena faktor musim kemarau yang tidak terlalu panjang. Serta adanya peningkatan dari sawah tadah hujan yang ditingkatkan masa tanamnya dari satu kali jadi dua kali. Yakni melalui program pompanisasi dari permukaan danau, sungai, dan air tanah untuk pengairan.

Perluasan Area Tanam (PAT) Sawah Tadah Hujan (STH) di KBB melalui program pompa Kementerian Pertanian dari target 5.508 hektare (Ha) capaiannya 5.364 Ha (97,57%). Jumlah pompa bantuan Kementerian Pertanian berjumlah 102 unit, dimana 64 unit pompa refocusing dan 38 pompa ABT.

“Distribusi pompa itu ke 12 kecamatan sentra padi dan berpotensi mengairi seluas 900 hektare,” ucap Lukman.

Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya juga tengah melakukan kajian untuk pengembangan program Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kecamatan Gununghalu dan Kecamatan Rongga. Program ini serupa dengan lahan pertanian abadi yang dilindungi.

Sementara luas lahan sawah di KBB saat ini Lukman mengakui terjadi pengurangan. Berdasarkan data yang ada luas lahan baku sawah (LBS) berdasarkan data BPS tahun 2016 adalah 21.670 hektare (ha).

Namun data BPS terbaru tahun 2023, luas lahan baku sawah menjadi hanya 18.350,82 ha yang tersebar di 15 kecamatan minus Kecamatan Parongpong.

“Luasan itu terbagi menjadi sawah irigasi seluas 3.856,49 ha dan sawah non irigasi seluas 14.493,34 ha,” tandasnya. (Diskominfotik KBB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *